Apa itu Geodesi?

Ini bukan Ujian Akhir Semester, bukan pula tugas terstruktur yang kerap menghiasi kehidupan kalian selama di bangku perkuliahan, bukan, sekarang siapkan kopi, kacang atau camilan lainnya, barangkali tulisan saya nanti akan berasa membosankan. Meskipun judul diatas diakhiri dengan tanda tanya, akan tetapi sebenarnya akan kita babar lebih jelas tentang apa itu Geodesi.

Tulisan yang berasal dari kegelisahan, keresahan, kekalutan  rasa heran saya tentang banyaknya yang belum paham dan bahkan mungkin belum pernah mendengar sama sekali tentang apa itu Geodesi. Banyak orang dari planet mars awam yang mungkin masih belum bisa membedakan antara Geodesi, Geologi, Geografi, Geovani, dan Geofisika.

Ironisnya, pada suatu ketika pernah ada rekan sejawat yang bertanya “Hai Akhi, sebenernya Akhi ini kuliah ngambil apa?” Ujar seorang Ukhti berparas rupawan dengan hijab merah muda dan senyumnya yang seraya memberi sinyal untuk segera menghalalkannya. Kemudian dengan penuh rasa bangga dan dada yang dibusungkan seraya berucap “Saya ngambil hikmahnya aja Teknik Geodesi Ukhti” Lantas bagaimana reaksi sang Ukhti? jangan kemana-mana tetap di ngggg.. Seperti yang sudah kita duga, mengkeritkan dahu ke atas yang menandakan agak asing dengan istilah yang baru saja dia dengar. Kemudian timbul feedback yang tidak seperti saya harapkan, “Oh berarti yang belajar batu-batuan gitu ya” mungkin dia pikir karena muka ane mirip komposisi batuan di pantai selatan kali ya. Nah dari sini kemudian saya terbesit niat untuk meluruskan ajaran yang selama ini didapat oleh sang Ukhti dengan kerudung merah muda itu yang ternyata sudah jauh melenceng dari statuta PSSI nilai nilai yang sesungguhnya.

Oke, kita mulai dari mana ya?

jasa ukur tanah

 

Menurut kamus besar wikipedia, Geodesi menurut pandangan awam adalah cabang ilmu geosains yang mempelajari tentang pemetaan bumi. Geodesi adalah salah satu cabang keilmuan tertua yang berhubungan dengan bumi. Cie tua cie….

Masih menurut wikipedia, Geodesi berasal dari bahasa Yunani, Geo (γη) = bumi dan daisia / daiein (δαιω) = membagi, kata geodaisia atau geodeien berarti membagi bumi. Sebenarnya istilah “Geometri” sudah cukup untuk menyebutkan ilmu tentang pengukuran bumi, dimana geometri berasal dari bahasa Yunani, γεωμετρία = geo = bumi dan metria = pengukuran. Secara harfiah berarti pengukuran tentang bumi. Namun istilah geometri (lebih tepatnya ilmu spasial atau keruangan) yang merupakan dasar untuk mempelajari ilmu geodesi telah lazim disebutkan sebagai cabang ilmu matematika.

Sampai disini paham? belum? sama.. oke lanjut

Ketika kita berbicara tentang Geodesi, satu kata yang terbesit adalah Peta. Yes, Teknik Geodesi (Geodetic Engineering) adalah ilmu yang mempelajari bagaimana membuat peta. Pemetaan dan permodelannya bukan hanya di atas permukaan tanah, tapi bisa juga di udara dan perairan. Keren kan? udah kayak avatar.

Permodelan di darat atau biasa kami sebut terestris menggunakan berbagai peralatan untuk menumpas monster  seperti Theodolite, Total Station, GPS, Waterpass, Pita Ukur, dsb. Sedangkan untuk wahana udara peralatan yang digunakan seperti pesawat terbang tanpa awak (UAV), ada juga yang disebut LIDAR, kemudian apa lagi ya?

Beda di darat, beda di laut. Ya kali kita suruh ngukur di Laut pake TS hahaha…

Perlengkapan perang para Geodet di ranah perairan nggak kalah keren ketimbang di darat sama udara. Ada Echosounder, ROV, Side Scan Sonar, Sub-Bottom Profiling, dan lain sebagainya.

Contoh ROV saat sedang bekerja (images by google)

Output yang kit hasilkan adalah peta, ya peta. Dari peta dan data spasial yang kita akuisisi bisa digunakan untuk keperluan lebih lanjut, ambil contoh, dari data survey kita bisa mengetahui berapa volume tanah yang diperlukan untuk penunjang pekerjaan konstruksi. Dari data foto udara juga bisa digunakan sebagai acuan lebih lanjut untuk perencanaan Rencana Tata Ruang di suatu perkotaan, dan lain sebagainya.

Pada intinya, seluruh bumi adalah ranah studi Geodesi, hebat kan? Jelas…

“Prospek kerjanya dimana aja Akhi?” Ujar Ukhti berkerudung merah

“Seperti yang saya bilang Ukhti, seluruh bumi ini adalah ranah Geodesi jadi jawabannya adalah, bisa dimana aja hehehe…”

“Persaingan di dunia kerja gimana Akhi?”

“Boleh dihitung jumlah perguruan tinggi yang ada Teknik Geodesi-nya ada berapa Ukhti, tapi lapangan pekerjaannya boleh dibilang Alhamdulillah selalu ada, dari skala kecil, menengah, sampai besar. Jarang saya nemu lulusan Geodesi kok nganggur.. hehe”

Pada akhirnya, dibalik ketidak-populeran Geodesi, selamat. Selamat bagi kalian yang sedang mendalami keilmuan ini, karena kalian telah tersesat. Di jalan yang benar tentu saja.

Kemudian, Sang Akhi dan Sang Ukhti pun menikah, punya anak, dan keluarga mereka bahagia selama-lamanya. Tamat.

(Visited 1,421 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *