Pemerintah Republik Indonesia Mengeluarkan Peta Baru. Begini Penampakan dan Perbedaannya dengan Versi Lama.

Peta Baru NKRI 2017 (Credit to Detik.com)

Peta adalah gambaran permukaan bumi pada bidang datar dengan skala tertentu melalui suatu sistem proyeksi. Peta bisa disajikan dalam berbagai cara yang berbeda, mulai dari peta konvensional yang tercetak hingga peta digital yang tampil secara digital. Secara umum pengertian peta adalah lembaran seluruh atau sebagian permukaan bumi pada bidang datar yang diperkecil dengan menggunakan skala tertentu. Sebuah peta adalah representasi dua dimensi dari suatu ruang tiga dimensi. Baru-baru ini Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman menyelenggarakan penetapan pembaharuan peta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tahun 2017. Peta NKRI baru tersebut merupakan hasil dari serangkaian pembahasan sejak Oktober 2016 yang dikoordinasikan oleh Kemenko Kemaritiman. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan Kemenko Kemaritiman melakukan updating peta NKRI pada tahun 2017 ini. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Perjanjian Perbatasan antara Indonesia dengan Singapura
    Sebelumnya sudah dilakukan ratifikasi terkait perbatasan Indonesai dengan Singapura oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Ratifikasi adalah proses adopsi perjanjian internasional, atau konstitusi atau dokumen yang bersifat nasional lainnya (seperti amendemen terhadap konstitusi) melalui persetujuan dari tiap entitas kecil di dalam bagiannya. Selain itu, di dalam peta tahun 2017 ini juga dilakukan penyempurnaan sebagai akibat perkembangan terhadao proses penetapan batas maritim Indonesia dengan negara-negara tetangga
  2. Perkembangan Hukum Internasional
    Faktor yang kedua mengapa perlunya peta baru untuk wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah berdasarkan kepada perkembangan hukum internasional. Seperti hasil putusan mahkamah arbitrasi internasional atas sengketa Laut China Selatan antara Filipina dan Tiongkok. Peta ini juga memuat hasil pembaharuan atas penamaan nama laut sesuai data yang sudah ada dan berbagai sumber data peta laut yang digunakan.Seperti perubahan nama dari Laut Cina Selatan menjadi laut Natuna Utara.
  3. Simplikasi Garis Batas di Selat Malaka
    Adanya simplikasi garis batas Indonesia di Selat Malaka juga perlu dimasukkan karena akan mempermudah tugas patroli TNI Angkatan Laut Republik Indonesia di kawasan perbatasan Indonesia dengan Singapura.

Sebagai tambahan informasi, penetapan peta baru ini ditanda tangani langsung oleh 21 perwakilan Kementerian dan Lembaga terkait, yaitu diantaranya Kemenko Bidang Polhukam, Kemenko Bidang Perekonomian, Kemenko Bidang Kemaritiman, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan, Kementerian Hukum dan HAM. Lalu ada dari Kementerian Keuangan, Kementerian ESDM, Kementerian Perhubungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan. Tentara Nasional Indonesia, TNI-AL, Pusat Hidrografi & Oseanografi TNI-AL, POLRI, Badan Keamanan Laut, Badan Informasi Geospasial (BIG), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi serta Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Perbedaan dengan Versi Sebelumnya

Perbedaan Peta lama dengan Peta baru. (Credit to Reuters)

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman menetapkan pembaharuan peta NKRI tahun 2017. Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim, Arif Havas Oegroseno, menjelaskan ada beberapa perubahan yang cukup signifikan dalam peta Indonesia yang baru ini. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Perbatasan dengan Palau
    Untuk yang belum tahu. Sebagai tambahan informasi Palau yang memiliki nama resmi Republik Palau (juga dieja sebagai Belau) adalah sebuah negara kepulauan di Samudra Pasifik, 200 km sebelah utara wilayah provinsi Papua Barat, 255 km sebelah timur wilayah provinsi Maluku Utara, 500 km sebelah timur wilayah provinsi Sulawesi Utara dan 500 km sebelah timur negara Filipina. Negara ini merdeka pada tahun 1994 dari Wilayah Perwalian Kepulauan Pasifik yang diperintah Amerika Serikat. Palau terdiri dari 8 pulau utama dan sedikitnya 250 pulau kecil.
    Di peta yang lama, batasnya masih melengkung karena ada dua pulau milik Palau serta diberi ruang garis lurus untuk pulau milik Palau. Sekarang menjadi ditarik garis lurus dan ditutup sehingga menekan sampai sekitar 100 mil. Karena batas ZTE (Zona Tangkap Eksklusif) menjadi perairan Indonesia, dua pulau sebelumnya Karang Helen dan Pulau Tobi diberi ruang 12 nautical mile (zona perairan).
    “Yang pertama adalah batas dengan Palau. Di peta yang lama, batasnya masih melengkung karena ada dua pulau milik Palau. Di peta yang baru kan kami tutup, karena ini batas ZTE (Zona Tangkap Eksklusif) menjadi perairan Indonesia. Dan dua pulau kecil milik Palau yang masuk dalam wilayah Indonesia, Karang Helen dan Pulau Tobi kami kasih 12 nautical mile saja,” ujar Arif menjelaskan di Menko Maritim, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (14/7).
  2. Perbatasan antara Indonesia dengan Filipina di Laut Sulawesi
    Perbedaan peta lama dengan peta keluaran terbaru yang kedua adalah batas antara Indonesia dengan Filipina di Laut Sulawesi. Bila sebelumnya ditandai dengan garis putus-putus, sekarang garisnya sudah menyatu. Hal ini disebabkan karena perjanjian ZTE antara Indonesia dengan Filipina sudah selesai.
  3. Penggantian Nama dari Laut China Selatan menjadi Laut Natuna Utara
    Jika di peta yang lama masih bernama Laut China Selatan, kini di peta versi baru Indonesia mempertegas wilayah yurisdiksi-nya dengan menamai laut di utara Kepulauan Natuna itu sebagai Laut Natuna Utara. Sebelumnya, laut Natuna hanya berada di bagian dalam garis laut teritorial dan laut kepulauan saja.
    “Jadi di utaranya Laut Natuna, selama ini ada sejumlah kegiatan migas dengan menggunakan nama Natuna Utara dan Selatan. Jadi biar ada kejelasan dan kesamaan, jadi kolam air di atasnya disebutkan Natuna Utara,” kata Arif.

    Laut Natuna Utara (Credit to Reuters)

     

  4. Perbatasan di Selat Malaka
    Lewat peta versi baru ini, Indonesia juga mempertegas klaim di Selat Malaka. Jika sebelumnya ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) antara Indonesia dengan Malaysia belum selesai ditetapkan. Pada peta terbaru ini, Indonesia mengklaim wilayah ZEE Indonesia lebih maju menekan ke daerah Malaysia.
    “Kalau kami prinsipnya menggunakan medium line dari main line-nya Malaysia dan garis pangkal Kepulauan Indonesia. Sebelumnya Malaysia maunya pulau-pulau kecil mereka yang berada di batas Indonesia diberikan full effect dalam penetapan garis batasnya. Makanya mereka maunya menggunakan garis batas kesepakatan kontingen tahun 1970 di peta yang lama. Mereka enggak mau, tapi sekarang proses negosiasinya masih berjalan. Makanya kami push lagi (batas ZEE) ke arah mereka,” masih menurut Arif.
    Menurut Arif, garis batas yang jelas akan memudahkan kapal-kapal untuk melakukan kegiatan patroli di perbatasan. Perbedaan batas laut teritorial juga terjadi pada perbatasan antara Indonesia, Singapura, dan Malaysia tepatnya di Selat Riau.
  5. Perbatasan antara Indonesia Malaysia dan Singapura di Selat Riau
    Perbedaan batas laut teritorial juga terjadi di Selat Riau. Pada peta versi sebelumnya tidak ada zona perairan yaitu South Ledge dan Pedra Branca. Untuk peta terbaru versi sekarang sudah diberikan zona perairan. Pedra Branca sendiri milik Singapura, sedangkan South Ledge masih negosiasi antara Singapura dan Malaysia. Kedua wilayah itu diberikan alokasi wilayah selebar 500 meter.
    “Di peta yang baru di sini ada bulatan untuk mempertegas bahwa di sini ada karang yang sangat kecil yaitu South Ledge dan Pedra Branca. Pedra Branca itu milik Singapura sesuai keputusan Mahkamah. Sedangkan South Ledge itu masih dinegosiasikan antara Singapura dan Malaysia,” kata Arif.

    Perbatasan Indonesia Malaysia dan Singapura di Selat Riau (Credit to Kumparan)

    Ia menambahkan pada peta lama lingkaran tersebut tidak dicantumkan, sehingga kesannya itu menjadi milik Indonesia. Tetapi, secara Hukum Internasional, kedua karang tersebut merupakan milik Singapura dan Malaysia sehingga di peta yang baru diberikan alokasi wilayah selebar 500 meter.
    “Selain itu ada beberapa data baru kelautan dan kontur dari sisi pemetaan. Mungkin kami dari sisi orang awam emang enggak terlalu kelihatan,” kata Arif.

Berikut tadi merupakan beberapa alasan mengapa Pemerintah Republik Indonesia melakukan update pada peta terutama erat kaitannya dengan teritorial Negara Kesatuan Republik Indonesia serta beberapa perbedaan antara peta Indonesia lama dengan peta Indonesia terbaru. Silakan tinggalkan komen pada kolom komentar dan share jika berkenan untuk memberikan wawasan terbaru terhadap orang-orang di sekitar kita. Salam hangat.
WGS-engineering Jasa Survey Pengukuran dan Pemetaan.

(Visited 631 times, 2 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *