Pada bulan Oktober 2025, WGS Engineering dipercaya untuk melaksanakan proyek penting: pengukuran topografi dan pemetaan drone di area Sanur, Bali. Proyek ini mencakup area seluas kurang lebih 3.000 M2 dan bertujuan untuk menghasilkan data dasar yang akurat.
Tujuan utama dari survei pengukuran tanah Sanur ini adalah untuk menyediakan data esensial yang akan digunakan sebagai dasar perencanaan pembangunan gedung kesehatan di kompleks Bali International Hospital. Keberhasilan proyek ini menjadi kunci bagi tahapan desain dan konstruksi selanjutnya.
Pekerjaan berjalan lancar berkat kondisi lapangan yang mendukung. Area yang dipetakan cenderung terbuka dengan minim hambatan, yang sangat memudahkan proses akuisisi sinyal koreksi dari GPS Geodetic. Selain itu, kondisi cuaca cerah selama akuisisi data foto udara juga sangat membantu efisiensi dan kualitas data lapangan.
Tim WGS Engineering menggunakan peralatan berteknologi tinggi untuk memastikan akurasi maksimal, yaitu:
- Drone DJI Phantom 4 Pro (untuk pengambilan data foto udara dan pemetaan drone).
- 2 Unit GPS Geodetic (untuk pengukuran topografi dan koordinat presisi).
Survei Pendahuluan
Sebelum melaksanakan pekerjaan pengukuran topografi, tim kami melakukan survei pendahuluan terlebih dahulu. Baik dari segi teknis maupun administratif harus dilakukan pengecekan terlebih dahulu agar tidak menganggu dalam proses akuisisi data di lapangan. Dalam proses survei pendahuluan, tim menentukan terlebih dahulu beberapa titik yang akan digunakan sebagai titik kontrol pengukuran tanah. Titik kontrol ini nantinya akan berguna selain sebagai titik kontrol pada saat akuisisi data, juga dapat digunakan pada saat nantinya akan dilakukan proses pengecekan ataupun stake-out
Akuisisi Data Pengukuran Topografi
Setelah survei pendahuluan selesai, akusisi data lapangan untuk pengukuran topografi selanjutnya pada pengerjaan ini adalah mulai dari pengukuran batas tanah yang akan dipetakan. Pengambilan data juga didampingi dari pihak pemberi kerja sehingga batasan-batasan area yang harus dipetakan dapat terakuisisi datanya secara jelas dan pasti. Setelah pengambilan data untuk batas-batas lahan, pengambilan data selanjutnya adalah untuk pengukuran Ground Control Point (GCP). GCP ini nantinya akan digunakan sebagai titik referensi pada saat proses pemetaan drone. Pengukuran GCP menggunakan GPS Geodetic dengan metode Fast Statik sehingga nilai koordinatnya dapat terkoreksi dengan cukup baik. Setelah pengukuran GCP ini selesai baru dilanjutkan untuk pengambilan data topografi dan berbarengan dengan pengambilan data foto udara menggunakan drone DJI Phantom 4 Pro
Pengambilan data topografi menggunakan GPS Geodetic dengan metode Real Time Kinematik (RTK). Dalam pengukuran topografi ini, tim kami juga didampingi oleh Kepala Perencaan dari project pembangunan Bali International Hospital. Data pengukuran topografi selesai diambil dalam satu hari kerja.

Pemrosesan Data Pengukuran
Setelah data lapangan semua sudah selesai diakuisisi, langkah selanjutnya adalah melakukan pemrosesan data. Pemrosesan data ini menggunakan 2 perangkat lunak utama. AutoCAD Civil 3D untuk pengolahan data topografi dan Agisoft untuk pengolahan data foto udara
Hasil Pengkuran Topografi dan Pemetaan Drone
Pada pengerjaan pengukuran kali ini, data yang dibutuhkan client adalah peta topografi dan peta foto udara.

Butuh data presisi untuk proyek konstruksi Anda di Bali? Hubungi WGS Engineering sekarang juga untuk konsultasi gratis mengenai jasa pengukuran topografi!






