Beberapa faktor yang mempengaruhi ketelitian dalam Survei GNSS – Part 1

Faktor Yang Berpengaruh Pada Ketelitian Survei GNSS – Pada postingan sebelumnya, kita sudah menuliskan tentang pengenalan awal GNSS secara umum. Bagi yang belum membaca bisa menuju ke tautan dibawah ini.



Postingan kali ini kita akan membahas dari faktor satelite. Bagiamana pengaruh kesalahan pada satelite tersebut saat kita melakukan pengukuran menggunakan GNSS. Serta bagaimana caranya jika terdapat masalah tersebut pada saat kita melakukan pengukuran. Lebih lengkapnya silakan dibaca penjelasan dibawah ini.

Gambar 1 - Kesalahan dan Bias Pada Survei GNSS

Gambar 1 – Kesalahan dan Bias Pada Survei GNSS

Dalam perjalanannya dari satelit hingga mencapai receiver di permukaan bumi sinyal satelit akan dipengaruhi oleh beberapa faktor yang menyebabkan adanya kesalahan dan bias. Seperti yang ditunjukkan oleh gambar disamping. Kesalahan dan bias sendiri bisa dikelompokkan berdasarkan jenis kesalahannya, seperti berikut:

  1. Satelit itu sendiri. Kesalahan yang termaasuk golongan jenis kesalahan satelit adalah seperti kesalahan ephemeris, kesalahan jam satelit, serta selective availability (SA),
  2. Medium Propagasi. Sebagai contoh adalah bias ionosfer dan bias troposfer,
  3. Receiver GNSS. Seperti kesalahan receiver, kesalahan yang terkait dengan antena, dan noise (derau),
  4. Data Pengamatan. Seperti ambiguitas fase dan cycle clips,
  5. Lingkungan sekitar. Seperti multipath dan imaging.

Secara umum, ada beberapa cara dan strategi yang dapat digunakan untuk menangani kesalahan dan bias satelit ini pada Survei GNSS, yaitu diantaranya

  1. Estimasi parameter dari kesalahan dan bias dalam proses hitung perataaan,
  2. Terapkan mekanisme differencing antar data,
  3. Hitung besarnya kesalahan/bias berdasarkan data ukuran langsung,
  4. Hitung besarnya kesalahan/bias berdasarkan model,
  5. Menggunakan strategi pengamatan yang tepat,
  6. Menggunakan strategi pengolahan yang tepat,
  7. Yang terakhir, abaikan.

Kesalahan Ephemeris (Kesalahan Orbit Satelit)

Kesalahan ephemeris (orbit) adalah kesalahan dimana orbit satelit yang dilaporkan oleh ephemeris satelit tidak sama dengan orbit satelit yang sebenarnya. Atau dengan kata lain, posisi satelit yang dilaporkan tidak sama dengan posisi satelit yang sebenarnya.

Gambar 2 - Kesalahan Ephemeris (Orbit)

Gambar 2 – Kesalahan Ephemeris (Orbit)

Kesalahan ephemeris tersebut kemudian akan berpengaruh terhadap ketelitian dan koordinat titik-titik (baik relatif maupun absolut) yang ditentukan.

Pada penentuan posisi secara relatif, semakin panjang baseline yang diamati, maka efek bias dari ephemeris satelit juga akan semakin besar.

Gambar 3 - Efek Kesalahan Orbit Pada Penentuan Posisi

Gambar 3 – Efek Kesalahan Orbit Pada Penentuan Posisi

Kesalahan orbit satelit yang demikian pada dasarnya dapat disebabkan oleh tiga faktor, diantarnya:

  1. Kekurang telitian pada proses perhitungan orbit satelit oleh stasiun-stasiun pengontrol satelit,
  2. Kesalahan dalam prediksi orbit satelit untuk periode waktu setelah uploading ke satelit,
  3. Penerapan kesalahan orbit yang sengaja diterapkan, seperti dalam kasus penerapan Selective Availability (SA). Sebagai informasi, sejak 2 Mei 2000 telah dihapuskan SA ini.

Efek kesalahan orbit pada panjang baseline dapat ditentukan dengan rumus pendekatan (rule of thumb) berikut ini:

db = (b/r) . dr

dimana,
dr = besarnya kesalahan satelit
db = besarnya efek kesalahan orbit pada panjang baseline
b = panjang baseline
r = jarak rata-rata pengamat ke satelit (biasanya menggunakan angka 20ribu km)

Mereduksi Kesalahan Ephemeris

Ada beberapa cara yang dapat diaplikasikan untuk mereduksi kesalahan orbit, diantaranya:

  1. Menerapkan metode differential positioning
  2. Memperpendek panjang baseline
  3. Memperpanjang interval waktu pengamatan
  4. Menentukan parameter kesalahan orbit dalam proses estimasi
  5. Menggunakan informasi orbit yang lebih teliti, yang bisa diperoleh dari beberapa sumber eksternal setelah selang waktu tertentu. Seperti, Ultra Rapid Ephemeris, Rapid Ephemeris, atau Precise Ephemeris.

Cara-cara diatas dapat diterapkan secara sendiri-sendiri atau beberapa cara diterapkan secara bersamaan sekaligus.


Jangan Lupa Baca Juga :


Demikian tadi merupakan artikel tentang kesalahan dan beberapa faktir yang berpengaruh pada saat melakukan pengukuran menggunakan GNSS bagian pertama. Silakan lanjutkan untuk membaca di bagian selanjutnya jika berkenan. Silakan tinggalkan pesan di kolom komentar di bawah ini jika ada tanggapan dan pertanyaan. Kami akan sangat terbuka mengenai kritik dan saran. Apabila membutuhkan jasa pengukuran dan pemetaan silakan menghubungi kami untuk informasi lebih lanjutnya.

(Visited 999 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *