Pengenalan GNSS dan Aplikasinya


GNSS adalah Global Navigation Sattelite Systems. GNSS dalam Survey Pemetaan dimanfaatkan sebagai salah satu metode pengukuran dengan memanfaatkan data dari satelit

Pengukuran menggunakan GPS sendiri merupakan sebuah akronim dari istilah yang sesungguhnya, karena istilah yang benar adalah GNSS

Tapi karena kalimat ini sudah menjadi sebuah akronim dalam keseharian kita, bila di tulisan ini atau di luar sana nanti ada yang mengatakan pengukuran GPS ya berarti itu sama saja dengan Pengukuran GNSS

jasaukurtanah.com

Perkembangan teknologi tidak bisa kita pungkiri memang akhir-akhir ini semakin pesat

Perkembangan tersebut juga tak luput merambah ke dunia Survey dan Pemetaan

Meskipun sudah cukup lama teknologi ini hadir di dunia survey pemetaan, tidak ada salahnya kita coba ulas dalam uraian yang sederhana dalam artikel kali ini

Oh iya, karena pembahasan ini cukup panjang ada baiknya dibaca sambil santai saja

Rileks dan tidak usah terburu-buru

Oke Lanjut

Pengertian GNSS dan GPS

GNSS adalah singkatan dari Global Navitation Satelite Systems

Seperti yang sudah disinggung dalam paragraf pertamam GNSS merupakan sebuah sistem berbasis satelit yang berfungsi untuk mendapatkan data posisi pada permukaan bumi

Jika kita sekarang mengenal berbagai metode untuk melakukan pengukuran seperti penggunaan total station, theodolite, edm, waterpass, dan lain sebagainya

dan metode pengukuran yang demikian kita sebut pengukuran terestris

Ada satu metode pengukuran lagi yang mungkin perlu kita ketahui

Pengukuran yang kita bahas kali ini adalah metode pengukuran menggunakan pemanfaatan satelit untuk penentuan posisi 3 dimensi di permukaan tanah

Metode ini dinamakan metode ekstra terestris

Dengan memanfaatkan teknologi bernama Global Navigation Satelite Systems (GNSS) yang lebih dikenal orang dengan Pengukuran GPS

Sementara GPS sendiri merupakan kepanjangan dari Global Positioning System yang mana ini merupakan sebuah sistem satelit navigasi dan penentuan posisi yang dimiliki serta dikelola oleh Amerika Serikat

Pada tulisan ini kita akan sedikit membahas tentang pengertian GNSS secara umum

beberapa kelebihan GNSS dibandingkan dengan metode terestris

posisi dan sistem koordinat pada pengukuran GNSS

serta beberapa tipe GNSS berdasarkan kegunaannya

Tidak usah berlama-lama. So let’s get started

GPS-IIRM
Gambar 1. Ilustrasi Satelit Pemancar di Luar Angkasa

Pengukuran GNSS Secara Umum

GNSS adalah sebuah sistem satelit dan GNSS ini merupakan kepanjangan dari Global Navigation Satellite System dimana ketika melakukan pengukuran menggunakan GNSS kita tidak hanya mengandalkan satelit dari GPS melainkan juga beberapa satelit lain

seperti Glonass dari Rusia, Galileo dari Eropa, Beidou dari China, dan lain sebagainya

Hanya saja beberapa receiver yang beredar di pasaran Indonesia saat ini kebanyakan baru bisa menerima sinyal dari GPS dan Glonass serta Beidou saja

Jarang ada receviver GNSS di Indonesia yang dapat menangkap serta memanfaatkan sinyal satelit Galileo dan satelit lainnya

Bentar-bentar. Apa itu Receiver?

Receiver adalah perangkat penangkap sinyal satelit dari luar angkasa yang ada pada sistem GNSS ini

Perangkat ini biasanya terdiri dari beberapa bagian dimana tiap bagian memiliki fungsi masing-masing yang saling ter-sinkron satu sama lain

Dalam GNSS sendiri sistem tersebut didesain untuk memberikan informasi posisi dan kecepatan tiga dimensi serta informasi secara kontinyu di seluruh dunia tanpa tergantung waktu dan cuaca dan secara simultan

Pada era sekarang ini GNSS sudah sangat banyak digunakan orang di seluruh dunia dalam berbagai bidang aplikasi

terutama aplikasi yang menuntut informasi tentang posisi

Jika dibandingkan metode pengukuran terestris, GNSS mempunyai banyak kelebihan dan keuntungan

Baik dari segi operasional maupun dari segi kualitas data yang disajikan

Sebelum hal itu dijelaskan lebih lanjut, ada baiknya kali ini kita membahas beberapa konsep dasar tentang posisi dan sistem koordinat serta metode dalam penentuan posisi pada pengukuran GPS

eh pengukuran GNSS

sama aja deng

Posisi dan Sistem Koordinat Pada Pengukuran GNSS

Posisi suatu titik biasanya dinyatakan dengan koordinat (dua dimensi atau tiga dimensi)

dan mengacu pada suatu sistem koordinat tertentu

Sistem koordinat sendiri didefinisikan dengan menspesifikasi dari tiga macam parameter, diantaranya:

  1. Lokasi titik nol dari sistem koordinat
  2. Orientasi dari sumbu sumbu koordinat
  3. Besaran (kartesian, curvilinear) yang digunakan untuk mendefinisikan posisi suatu titik dalam sistem koordinat tersebut

Rumit? yaudah lanjut aja gpp

Dalam penentuan posisi suatu titik di permukaan bumi, titik nol dari sistem koordinat yang digunakan dapat berlokasi di pusat massa bumi atau bisa kita sebut sistem koordinat geosentrik

Sedangkan sistem koordinat yang titik nolnya berada di salah satu titik di permukaan bumi bisa kita sebut dengan istilah sistem koordinat toposentrik

Sistem koordinat geosentrik banyak digunakan dalam metode-metode penentuan posisi ekstra-terestris yang menggunakan satelit dan benda benda langit lainnya

Sedangkan sistem koordinat toposentrik banyak digunakan untuk metode metode pengukuran terestris

Sudah paham? atau masih bingung? coba kita baca pelan-pelan aja

Pada penentuan posisi menggunakan GNSS, hasil pengukuran di permukaan bumi disajikan dalam koordinat kartesian tiga dimensi (X,Y,Z) dan dalam sistem koordinat WGS 84 (World Geodetic System 1984)

Koordinat kartesian tersebut kemudian ditransformasan menjadi koordinat geodetik (j,l,h) seandainya diperlukan

Kapan-kapan coba kita bahas mengenai sistem koordinat yang ada ya, untuk sekarang kita fokus ke GPS dan GNSS itu dulu saja

Oke next

Beberapa Kelebihan Pengukuran Menggunakan GPS / GNSS

Di atas tadi sudah disinggung mengenai kelebihan pengukuran menggunakan GPS

Di bawah ini coba kita urai apa saja kelebihan-kelebihan menggunakan pengukuran GPS jika dibandingkan dengan pengukuran terestris

Ada beberapa hal yang membuat metode pengukuran menggunakan GPS / GNSS memiliki kelebihan dibandingkan dengan metode pengukuran terestris, diantaranya :

  1. GNSS / GPS dapat digunakan setiap saat tanpa tergantung waktu dan cuaca

  2. Satelit-satelit GNSS mempunyai ketinggian orbit yang cukuo tinggi yaitu sekitar 20.000 km di atas permukaan bumi serta dengan jumlah yang relatif cukup banyak

    Hal ini menjadikan GNSS dapat meliput wilayah yang cukup luas sehingga dapat digunakan oleh banyak orang sekaligus

  3. Penggunaan GPS Geodetic dalam penentuan posisi relatif tidak terlalu terpengaruh dengan kondisi topografis daerah survei dibandingkan dengan penggunaan metode terestris

  4. Posisi yang ditentukan oleh GNSS / GPS Geodetic mengacu ke suatu datum global yang relatif teliti dan mudah direalisasikan, yaitu datum WGS 84

  5. GNSS dapat memberikan ketelitian posisi yang spektrumnya cukup luas. Dari yang sangat teliti (orde millimeter) sampai orde meter

  6. Pemakaian sistem GNSS tidak dikenakan biaya

  7. Lebih efisien dalam waktu, biaya operasional, dan tenaga

  8. Celah untuk memanipulasi data pada pengukuran GNSS lebih sulit dibandingkan menggunakan metode terestris

  9. Relatif mudah dipelajari sekalipun oleh orang awam yang belum pernah menggunakan

Dengan berbagai kelebihan yang sudah disampaikan diatas boleh dibilang GNSS adalah salah satu alternatif dan solusi bagi kita semua yang membutuhkan data pengukuran secara teliti

Klasifikasi GPS Berdasarkan Penggunaannya

Ada beberapa pengklasifikasian receiver GPS jika dilihat dari kegunaannya

Dilihat dari fungsinya, secara umum receiver GPS/GNSS dapat di-klasifikasi-kan sebagai berikut

1
Gambar 2. Skema Pembagian Klasifikasi Receiver GNSS

1. GPS Tipe Navigasi

Receiver GPS/GNSS untuk penentuan posisi pada dasarnya dibagi atas beberapa tipe

Tipe navigasi (navigation type) atau yang kadang kita sebut dengan tipe genggam (handheld receiver) umumnya digunakan untuk penentuan posisi absolut secara instan yang tidak menuntut ketelitian terlalu tinggi

Receiver ini dapat memberikan ketelitian posisi 3-4 meter

Beberapa merk tipe handheld sering kita jumpai di pasaran di Indonesia dengan harga relatif terjangkau, diantaranya Garmin e-trex, maggelan, garmin street, dsb

Gambar 3. Contoh Receiver Tipe Navigasi
Gambar 3. Contoh Receiver Tipe Navigasi

2. GPS Tipe Mapping/Pemetaan

Tipe selanjutnya adalah Tipe Pemetaan, seperti halnya pada tipe navigasi, receiver  yang tergolong pada tipe ini juga sama-sama memberikan data pseudorange (Kode C/A)

Hanya saja disini terdapat beberapa perbedaan

pada receicver tipe pemetaan data yang direkam dipindahkan atau didownload ke komputer untuk proses lebih lanjut

Oleh sebab itu, tidak seperti tipe navigasi, receiver tipe pemetaan dapat digunakan untuk penentuan posisi secara diferential

Waduh apa itu diferential? di ulasan selanjutnya coba kita bahas ya gaess

Dalam hal ini, ketelitian yang dapat diperoleh oleh GPS tipe Mapping ini adalah sekitar 1-2 meter.

Beberapa contoh aplikasi yang dapat digunakan memakai receiver tipe pemetaan diantaranya aplikasi survey pemetaan geologi pertambangan, peremajaan peta, serta pembangunan dan peremajaan basis data SIG (Sistem Informasi Geografis)

Beberapa merk yang beredar di pasaran yang dapat diklasifikasikan sebagai tipe pemetaan diantaranya ; Leica GS-20, Trimble Pathfinder, Magellan ProMark-X, Astech Reliance, dsb

Gambar 4. Contoh Receiver Tipe Pemetaan Leica GS20
Gambar 4. Contoh Receiver Tipe Pemetaan Leica GS20

3. GPS Tipe Geodetic

Setelah membahas tentang kedua tipe receiver, kini kita membahas tipe yang ketiga. Yaitu, tipeGeodetic

Dimana dari ketiga receiver GNSS, tipe GPS Geodetic adalah jenis receiver GPS yang relatif paling canggih, paling mahal, serta memberikan data yang paling akurat

Paling the best dan paling recomended lah gampangnya

Oleh sebab itu, GPS Geodetic ini umumnya digunakan untuk aplikasi-aplikasi yang menuntut ketelitian tinggi dari orde milimeter sampai orde centimeter

Seperti apa sajakah contohnya? Beberapa contoh aplikasi yang menggunakan tipe geodetic diantarnya, pengadaan titik-titik kontrol geodesi, pemantauan deformasi, studi geodinamika, pengukuran topografi dan lain sebagainya

Berdasarkan pada jumlah data yang dapat diamati, GPS Geodetic ini juga masih dibagi menjadi beberapa klasifikasi

apa saja itu?

Yaitu GPS Geodetic dengan Tipe Satu Frekuensi (L1) dan Tipe Dual Frekuensi (L1 dan L2)

Bedanya apa?

Gelombang L1 membawa dan merekam data pseudorange dan data fase atau kode P (Y) dan C/A beserta pesan navigasi

Sedangkan gelombang L2 membawa kode P(Y) dan pesan navigasi

Pada saat ini banyak receiver GPS geodetic yang dikeluarkan oleh beberapa vendor besar seperti Leica, Topcon, Sokkia, dan juga ada beberapa vendor Tiongkok yang mulai merambah pasar ini

Harganya juga bervariasi, ada yang relatif murah

ada pula yang sangat mahal

tergantung spesifikasi dan brand yang mengeluarkan produk tersebut

Gambar 5. Contoh Receiver Tipe Geodetic dari Topcon
Gambar 5. Contoh Receiver Tipe Geodetic dari Topcon

Oke jadi demikian informasi mengenai pengenalan GNSS kaitannya dengan aplikasinya di bidang survey dan pemetaan

Jika ada pertanyaan silakan tinggalkan di kolom komentar dibawah

Jangan lupa share artikel berikut ini agar setiap orang tahu apa itu GNSS dan apa kaitannya dengan Survey Pemetaan

Oh iya untuk selanjutnya kalian bisa membaca ulasan tentang GNSS lebih lanjut di artikel yang sudah kami sertakan di bawah ini ya


Iklan Dulu Gan, Jangan Lupa Baca Juga Ya : 



Akhir Kata

Sebagai penutup. Terima kasih sudah meluangkan waktunya membaca artikel ini sampai dibawah ini

Jika Anda belajar hal baru hari ini jangan lupa bagikan ke teman-teman Anda di social media agar semakin banyak orang yang paham dan belajar hal baru juga hari ini

Bagi pembaca yang membutuhkan jasa pengukuran baik dengan menggunakan GPS Geodetic atau dengan metode terestris silakan menghubungi kami melalui narahubung yang sudah tersedia

Kami juga menyediakan jasa pelatihan GPS untuk aplikasinya dalam Survey Pemetaan. Jadi bila ada yang berkenan bisa menghubungi kami untuk informasi lebih lanjutnya

Terima kasih dan sampai berjumpa di artikel selanjutnya

(Visited 19,132 times, 4 visits today)

4 thoughts on “Pengenalan GNSS dan Aplikasinya

  • Arianda Wiranatasays:

    Selamat malam WGS-Engineering.

    Menginfokan, link-link di atas tidak dapat dibuka.

    Terima kasih
    Wassalam

    • Link yang mana ya? Bisa diinfokan soalnya saya cek linknya masih aktif semua

  • Dear all,

    Kalo untuk pemetaan jaringan pipa dan aksesorisnya, tepatnya menggunakan tipe receiver apa?

    • receiver tipe geodetik kalau mau teliti gan, yang penting sudah dual frequency sudah bagus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

×Hubungi kami via Whatsapp